Selasa, 02 Januari 2018

Fatamorgana Pendidikan Indonesia



Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan dan kemajuan suatu negara. Pendidikan yang berkualitas rendah akan menghasilkan generasi yang juga bermutu rendah. Salah satu faktor penting penentu kualitas pendidikan adalah kualitas guru atau pendidik. Peran dan tanggung jawab seorang pendidik sangat besar. Seorang pendidik tidak hanya dituntut untuk menyampaikan ilmu pengetahuan melainkan juga menanamkan nilai dan norma serta membentuk karakter peserta didik.

Profesi pendidik bukanlah profesi favorit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Program studi di perguruan tinggi yang menjadi primadona bagi para lulusan sekolah menengah atas adalah pendidikan dokter, akuntansi, teknik, dan hukum. Hal tersebut berkebalikan dengan kondisi yang ada di Finlandia. Mengajar adalah profesi idaman bagi para lulusan terbaik di Finlandia. Guru adalah pekerjaan yang dihormati dan digaji tinggi oleh pemerintah Finlandia. Dengan demikian, Finlandia menempati peringkat pertama dalam hal pendidikan mengalahkan negara besar lain seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Indonesia mempunyai seorang tokoh pendidikan yang hebat dan menginspirasi. Beliau adalah Ki Hajar Dewantara. Prinsip-prinsip pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dikenal dengan sebutan Pratap Tri Loka. Pratap Tri Loka tersebut adalah ing ngarsa suntulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Pratap Tri Loka adalah prinsip ideal untuk pendidikan di Indonesia.

Ing ngarsa suntulada mempunyai arti yang di depan memberi panutan atau teladan. Maknanya adalah seorang pendidik harus dapat memberikan teladan atau panutan yang baik bagi murid. Pepatah mengatakan bahwa satu teladan lebih baik dari seribu nasihat. Untuk membentuk generasi berkarakter unggul, maka seorang pendidik harus mempunyai karakter unggul sehingga menjadi panutan dan teladan yang unggul untuk muridnya.

Ing madya mangun karsa mempunyai arti yang di tengah sebagai perantara atau pemakarsa. Seorang pendidik harus mampu memberikan semangat dan memotivasi peserta didiknya agar selalu belajar dan bekerja giat. Tut wuri handayani mempunyai makna “dari belakang memberi dorongan”. Pendidik harus dapat mendorong muridnya untuk terus meningkatkan prestasi. Ketika peserta didik merasa lemah dan tidak percaya diri, peran pendidik harus dapat memberi dorongan semangat dari belakang. 

Memajukan dunia pendidikan Indonesia bukanlah pekerjaan yang mudah. Memajukan dunia pendidikan Indonesia juga tidak dapat terwujud dalam waktu sehari semalam. Memajukan dunia pendidikan Indonesia adalah tugas wajib setiap elemen masyarakat.




(gambar tersebut saya ambil dari http://rinezzad.blogspot.co.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar